Thursday, February 24, 2011
Another experience of me: Blood Donating.
Friday, February 18, 2011
F :)
Thursday, February 17, 2011
How to Win Friends and Influence
Tuesday, February 8, 2011
black.
I thought I should have had a diary. Cliché? Ironic. Yeah people can’t anytime share anything on internet, in front of people. Moreover, is it more important to keep your image in being good all the time than express yourself from being desperate from all matters that disturbs you, your life? Okay, this is blog –my blog , eh?–. I determine the aim of my blog. If only it was just me who can open, write and read mine, it will be so satisfying. Well, these writings all are my memory. You know what? Having a short temporary memory is really pathetic. I hate being a forgetful person. You can forget a memory even it impressed you at that moment (except I tried so hard to remember what actually made me happy, what I really don’t want to forget the most). Maybe I’m wrong to put all memories –all of my words in fact– here. I should think twice. Maybe this is the way to reach maturity. It concerns on how I must behave, especially on how I should and shouldn’t write. Maybe it taught me to forget all of my bad times (even a little or already accumulated) by not writing all in here. I should share something that made me –and my reader– happy. Just it.
“Tertawalah, karena dunia akan tertawa bersamamu, tapi jangan bersedih, karena kamu hanya akan bersedih sendirian”
And my mom taught me dat you can’t truly trust anyone but you. Life! But so, to whom you should share some matters that ruin your thought? The solution will be taken from yourself. Other's opinion? But you don't care. That's selfish. Some Aries-es are.
What am I talking about? Hsssssssss. So random. Maybe I should take a break; I need to play something rioting. HAHAHAHA. Are you stuck inside a world you hate?//Are you sick of everyone around?//With their big fake smiles and stupid lies//While deep inside you're bleeding~ Welcome to my life - Simple Plan. Hmm, that was played by coincidence. But I'm not dat miserable yeaaaah. lol I have someone, who always says “cheer up” to me. Thanks. Thanks for caring me as well.
I - n e e d - a - h u g - r i g h t - now.
Friday, February 4, 2011
Tuhan tau, tapi menunggu...
Sebenernya gue selalu percaya terhadap kata-kata super yang ada di dalem buku Sang Pemimpi, “Tuhan tau, tapi menunggu”. Hal itu bener-bener terjadi waktu gue keterima UTUL dan masuk Arsi UGM. Semua usaha kita itu ga ada yang sia-sia, kalau yang kita inginin ga terwujud disaat kita menginginkan hal itu terwujud, itu bukan karena memang usaha yang kita lakuin sia-sia gitu aja.
God replies you only in three ways :
1. "Yes"
2."Yes, but not now"
3. "I have a better plan for you"
There wont be a "no".
Ayo cyaaas cemangat! Fuh fuh. IP please please cepat keluar. Tidak penasan karena takut hal ini akan sukses membuat mood liburan buyar tapi kalo ga keluar-keluar sih ya gila aja kali nih bagian Pengajaran -____-
.I N F T
Ideal House for Me, and hmm Us :P
Liburan ini komunikasi gue dan Indra yang paling efektif ya lewat sms, chatting dan telfon. Kita sangat mengandalkan Yahoo! Messenger buat ceting. Ini adalah sekilas percakapan Y!m yang sempat terekam beberapa hari yang lalu tepatnya di malam Senin pada tanggal 30 Januari lalu sekitar jam 10-an lewat.
Indra : yah nanti kita buat rumah yang ada temzonnya sekalian ya
Indra : hahha
Indra : ato kalo perlu ada lapangan hokinya
Tyas : ahahah
Tyas : ASIK
Tyas : :P
Tyas : lapangannya yang luas
Tyas : jadi bisa buat latian marching juga yang
Tyas : ngahaha
Tyas : dan kolam renang karena lo suka berenang
Indra : dan yang paling penting
Indra : ada garasi mobilnya
Indra : :))
Tyas : :)
Tyas : iya yang
Tyas : amin yaaaa
Indra : amiiin
Indra : :D
Aneh ya? Enggak kok. Semoga bisa terwujud. Sebagai calon-calon arsitek kita tidak boleh pesimis dan melihat itu sebagai suatu hal yang tidak mungkin. Seperti yang Om Ridwal Kamil bilang di billboard-billdoard yang ada di jalan-jalan kan, "Dari Imajinasi jadi Karya" :D (mungkin hal anehnya kenapa kita begitu sudah memikirkan rumah, padahal awalnya hanya berawal dari obrolan mesin DDR hahaha, dasar anak Arsi)
Margo City adalah....
I wish this holiday was already over! Di rumah sedang tidak nyaman dan gue risih sama renov di rumah. Oke, gue tidak akan menyalahkan tukang karena mondar-mandir, berisik mentung-mentung apalah-itu dan berada di rumah dari jam 7 sampe menjelang Magrib. Mungkin gue agak sebal dengan timing-nya aja, kenapa ga entar aja kalo guenya udah balik ke Jogja hahaha. Hm. Okay skip saja topik ini.
Pengen ngomongin apa ya, hmm mungkin gue mau ngomongin tentang Margo City Depok. Selama liburan ini tempat hengot yang paling sering gue datangi. Kenapa Margo? Pertama mungkin karena tempat ini yang paling mudah gue jangkau dari rumah gue. Kenapa bukan Detos, Gramed, D-Mall dan ITC Depok yang berada di sepanjang jalan Margonda Depok? Okay, entah kenapa memang udah pewe bolak balik ke Margo. Gramed sesekali aja sih, habis sekarang udah tau sih beda harga Gramed dan toko-toko alat tulis murah meriah yang ada di Jogja. Emang ngapain aja sih kalo ke Margo?
Kalo di Margo, beda kalo perginya sama keluarga dan sama temen-temen. Kalo sama keluarga paling perginya ke Giant buat belanja bulanan, terus ke Toko Gunung Agung sekalian karena ayah pasti mau liat-liat buku, terus ke Electronic City liat-liat juga, kalo memang lagi ada sandang yang dicari, pergilah mereka ke Centro. Kalo sama temen-temen, paling nonton di Platinum, atau karaoke di NAV. Dan fotobok dan timezone. Dan biasanya gue diajak keliling-liling liat baju-baju dan sepatu-sepatu dan aksesoris-aksesoris cewek-cewek gitu (tapi gue jarang berniat beli -___-). Dan biasanya makannya kalo gak di PH ya di Solaria. Lalu membeli Breadtalk dan JCo juga kadang-kadang (sangat kadang-kadang). Yang paling sering adalah membeli Hop Pop. Sekarang makin naik aja harganya. Mending beli Magnum. Hahaha.
Udah ah, gaseru postingan ini.
